Minggu, 06 Mei 2012

10 Produk Made in China Paling Laris di Indonesia

[imagetag] [Image: buatan-china060110.jpg]
Jakarta - Produk-produk non migas asal Negeri Tirai Bambu China cukup sukses menembus pasar Indonesia. Produk-produk seperti mesin mekanik, peralatan listrik, diimpor dengan nilai yang sangat besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 10 barang impor terbanyak dari China yang diimpor, antaralain:

1. Mesin-mesin/ pesawat mekanik dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 1,7 miliar

[imagetag] [Image: GambarBeritaKoranJakarta20100520234916.jpg]
2. Mesin/ Peralatan listrik dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 1,5 miliar.

3. Besi dan Baja dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 290,8 juta.

4. Benda-benda dari besi dan baja dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 280,9 juta

5. Bahan Kimia Organik dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 244,3 juta.

6. Plastik dan Barang dari plastik dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 187,6 juta.

7. Pupuk dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 155,5 juta.

8. Kendaraan dan bagiannya dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 149,2 juta.

9. Buah-buahan dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 140,9 juta.

10. Bahan Kimia Anorganik dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 125,7 juta

Selain sepuluh barang-barang utama itu, terdapat barang-barang lain dengan total impor per triwulan I tahun 2012 senilai US$ 1,9 miliar.

Komoditas impor yang tumbuh subur khususnya bulan Maret 2012, adalah kendaraan dan komponennya, dengan pertumbuhan 68,6% dari bulan sebelumnya yang hanya senilai US$ 55,9 juta menjadi US$ 150 juta.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit perdagangan Indonesia-China semakin melebar. Pada triwulan I-2012 ini defisit perdagangan Indonesia dengan China sebesar US$ 1,6 miliar. Total nilai ekspor Indonesia ke China dalam 3 bulan sebesar US$ 5 miliar, sementara nilai impornya US$ 6,6 miliar.
 

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung Ditunggu Kunjungan Berikutnya